Arena Balap Pacuan Anjing di Indonesia

Arena Balap Pacuan Anjing di Indonesia

Arena Balap Pacuan Anjing di Indonesia Tidak Sepopuler Balapan Anjing di Negara-Negara Lain, Seperti Arab Saudi Yang Notabene Negara Muslim. Sedikitnya Agen Pacuan Anjing di Indonesia Menyebabkan Balapan Anjing Juga Kurang Populer.

Agen Pacuan Anjing Online Terbaik 2018 – Jika kita mendengar permainan balap anjing, tentunya anda akan sedikit asing dengan permainan yang satu ini. Memang permainan balap anjing bisa di bilang kurang begitu populer di negara-negara bagian Asia. Permainan Pacuan Anjing lebih banyak dimainkan di daratan Eropa, dimana anjing-anjing dilatih kecepatannya untuk bersaing menjadi yang tercepat di dalam satu lintasan balapan. Memang cukup menyenangkan jika anda bisa menyaksikan langsung permainan balap anjing tersebut. Apalagi dalam permainan dog racing tersebut anda juga bisa bertaruh pada anjing-anjing jagoan anda. Tentunya hal ini akan semakin menambah keseruan anda di dalam menyaksikan pertandingan balap anjing tersebut.

Arena Balap Pacuan Anjing di Indonesia

Balap sendiri berarti kompetisi kecepatan, berpacu melawan kriteria obyektif, seperti jam. Berlari dalam jarak tertentu adalah bentuk balap paling umum, namun lebih sering balap itu menggunakan kendaraan, seperti perahu, mobil, dan pesawat, ataupun dengan hewan seperti Anjing.

Balap Anjing Sendiri Berarti Kompetisi Adu Cepat Anjing-Anjing Yang Ada di Arena Balap Anjing, Untuk Menang Dengan Cara Mengadu Kekuatan dan Kecepatan Dalam Arena Balap Anjing. Banyak Hadiah dan Penghargaan untuk Pemenang Yang Memenangkan Kompetisi Ini

Arena balap anjing yang terletak di kawasan GOR Senayan, disebut juga toto greyhound, mengambil nama jenis anjing yang ikut dipertandingkan balap adu cepat lari. Untuk setiap satu putaran diikuti oleh enam ekor anjing, dan para penonton menjadi petaruh berdasarkan nomor punggung si anjing. Taruhan tersebut juga dapat diikuti oleh bukan penonton langsung, dengan cara membeli kupon yang diedarkan oleh kurang lebih 9.000 agen yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Pacuan ini dibuka tahun 1973 di masa Gubernur Ali Sadikin dan ditutup tahun 1978 saat Gubernur Tjokropranolo berkuasa. Pada masanya, pacuan anjing ini cukup banyak memberikan masukan ke kas Pemda DKI Jakarta, yang mencapai Rp. 3 milyar setahun. Namun kemudian ditutup sendiri oleh Pemda karena dianggap sebagai arena perjudian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*